 |
|
|
|
|
|
|
Aktualisasi Konsep Moderasi Beragama Dalam Sutta Pitaka Pada Kehidupan Beragama Umat Buddha |
|
|
|
| 作者 |
Sukarti (著)
|
| 出處題名 |
Patisambhida: Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
|
| 卷期 | v.4 n.2 |
| 出版日期 | 2023 |
| 頁次 | 73 - 83 |
| 出版者 | STABN Raden Wijaya Wonogiri |
| 出版者網址 |
https://radenwijaya.ac.id/
|
| 出版地 | Wonogiri, Indonesia |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 關鍵詞 | Aktualisasi=Actualization; Moderasi Beragama=Religious Moderation; Sutta Pitaka; Kehidupan Beragama=Religious Life |
| 摘要 | Moderasi beragama direalisasikan dalam bentuk toleransi antar maupun intern umat beragama. Keberagaman agama dapat menimbulkan konsep yang berbeda dalam memahami makna moderasi. Tujuan penulisan untuk mendeskripsikan aktualisasi konsep moderasi beragama dalam Sutta Pitaka pada kehidupan beragama umat Buddha. Artikel ini disusun menggunakan metode kualitatif studi pustaka dengan pendekatan deskriptif analitis. Hasil pembahasan merujuk pada hasil penelitian yang menemukan bahwa moderasi dipahami oleh umat Buddha sebagai suatu bentuk keharmonisan yang tumbuh pada masyarakat plural seperti halnya di dusun Sodong merupakan wujud sederhana aktualisasi moderasi beragama karena adanya prinsip-prinsip yang diyakini bersama-sama yaitu: 1) hubungan kekerabatan yang mendalam; 2) adanya slogan berupa ungkapan “sing penting rukun” meskipun berbeda-beda agama; 3) tidak perlu saling mempengaruhi dan fanatik yang berlebihan; 4) serta konsep yang dipegang kuat yaitu bahwa semua agama pasti mengajarkan hal-hal yang baik. Umat Buddha berpedoman kepada ajaran Buddha dalam Sutta Pitaka dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama dengan tidak meninggalkan cara hidup yang penuh dengan cinta kasih (metta) dan toleransi.
Religious moderation is realized in the form of tolerance between and within religious communities. Religious diversity can give rise to different concepts in understanding the meaning of moderation. The aim of writing is to describe the actualization of the concept of religious moderation in the Sutta Pitaka in the religious life of Buddhists. This article was prepared using a qualitative literature study method with a descriptive analytical approach. The results of the discussion refer to the results of research which found that moderation is understood by Buddhists as a form of harmony that grows in plural societies such as in Sodong hamlet, which is a simple form of actualizing religious moderation because of the principles that are shared together, namely: 1) kinship relations depth; 2) the existence of a slogan in the form of the expression "sing penting rukun" even though there are different religions; 3) no need for excessive mutual influence and fanaticism; 4) as well asa strongly held concept, namely that all religions must teach good things. Buddhists are guided by the Buddha's teachings in the Sutta Pitaka in social and religious life by not abandoning a way of life full of love (metta) and tolerance |
| 目次 | Abstrak 73 Pendahuluan 74 Metode 75 Hasil dan Pembahasan 76 1. Konsep Moderasi Beragama 76 2. Moderasi Beragama dalam Konsep Buddhis 77 3. Aktualisasi Konsep Moderasi Beragama Pada Umat Buddha 79 Kesimpulan 81 Daftar Pustaka 82 |
| ISSN | 27459268 (E) |
| DOI | https://doi.org/10.53565/patisambhida.v4i2.1012 |
| 點閱次數 | 71 |
| 建檔日期 | 2024.10.16 |
| 更新日期 | 2024.11.01 |


|
建議您使用 Chrome, Firefox, Safari(Mac) 瀏覽器能獲得較好的檢索效果,IE不支援本檢索系統。
|