![]() |
|
| Peranan Meditasi Empat Appamanna Dalam Meningkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama | ||
| 作者 | Praptiyono, Kabul (著) ; Supriyanta, Yepta (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Patisambhida: Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama |
| 卷期 | v.4 n.1 |
| 出版日期 | 2023 |
| 頁次 | 50 - 58 |
| 出版者 | STABN Raden Wijaya Wonogiri |
| 出版者網址 | https://radenwijaya.ac.id/ |
| 出版地 | Wonogiri, Indonesia |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 關鍵詞 | Meditasi Empat Appamanna=Four Appamanna Meditation; Kerukunan Antar Umat Beragama=Interfaith Harmony |
| 摘要 | Pada hakekatnya setiap manusia mempunyai sifat fanatik namun pada setiap individu satu dengan yang lain tidak sama dalam tingkat fanatiknya. Begitu juga sebagai umat Buddha yang menjalani hidup tentunya lebih berat dalam mempertahankan atau mengendalikan sifta fanatiknya. Fenomena yang terjadi berdasarkan penelitian melalui studi kepustakaan menunjukkan bahwa masih banyak yang belum mengerti manfaat pelaksanaan meditasi empat appamanna dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan jenis Kepustakaan (Library Researh) yang bertumpu pada kajian dan telaah teks. tujuan untuk mengungkap kejadian atau fakta yang terjadi. teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: (1) teknik observasi, (2) teknik komunikasi, (3) teknik pengukuran, dan (5) teknik telaah dokumen dan buku-buku yang berkaitan dengan masalah kerukunan umat beragama, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan terjalin kerukuna antar umat beragama maupun seagama menjadi faktor utama untuk terjalin bersatunya bangsa dan Negara. Dalam membina kehidupan bernegara warga bernegara yang damai dan tentram harus berpedoman pada kerukunan, sila yang baik, kedermawanan, dan kebijaksanaan mendasari kerukunan. Selain itu salah satu faktor kerukunan antar umat beragama salah satunya mengembangkan sifat cinta kasih, belas kasihan, perasaan simpati, keseimbangan batin, sehingga kehidupan seagama dan antar umat beragama dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari. In essence, every human being has a fanatical nature, but each individual is different from one another in the level of fanaticism. Likewise, as Buddhists who live life, of course it is more difficult to maintain or control their fanatical nature. The phenomenon that occurs based on research through literature studies shows that there are still many who do not understand the benefits of implementing the four appamanna meditations in creating inter-religious harmony.This study uses a descriptive qualitative research method, with the type of literature (Library Research) which relies on study and text analysis. The purpose is to reveal events or facts that occurred. The data collection techniques used in this research are asfollows: (1) observation techniques, (2) communication techniques, (3) (5) Literature and book review techniques related to the issue of religious harmony. Techniques for analyzing the data used in this study through data reduction, data presentation and drawing conclusions. By establishing harmony between religions and religious groups, it is A major factor in national and national unity. To cultivate a peaceful and peaceful life for citizens, we must be guided by harmony, good precepts, charity and harmonious wisdom. Furthermore, one of the factors of interreligious harmony is the cultivation of the nature of love, compassion, sympathy, equality, so that life between the same religion and religious groups can be realized in daily life. |
| 目次 | Abstrak 50 Pendahuluan 51 Metode 53 Hasil dan Pembahasan 53 Kesimpulan 57 Daftar Pustaka 57 |
| ISSN | 27459268 (E) |
| DOI | https://doi.org/10.53565/patisambhida.v4i1.897 |
| 點閱次數 | 33 |
| 建檔日期 | 2024.10.16 |
| 更新日期 | 2024.10.18 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
