![]() |
|
| Tradisi Momongan dan Relevansinya Dengan Nilai-Nilai Dasa Paramita | ||
| 作者 | Diani, Padma (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Patisambhida: Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama |
| 卷期 | v.2 n.2 |
| 出版日期 | 2021 |
| 頁次 | 13 - 27 |
| 出版者 | STABN Raden Wijaya Wonogiri |
| 出版者網址 | https://radenwijaya.ac.id/ |
| 出版地 | Wonogiri, Indonesia |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 關鍵詞 | Tradisi Momongan=Momongan tradition; Semiotika Roland Barthes=Roland Barthes semiotics; Dasa Paramita |
| 摘要 | Tradisi momongan merupakan tradisi yang dilakukan sejak nenek moyang ada, yang dilaksanakan selapan atau 35 hari sekali melalui serangkaian ritual yang penuh makna. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna simbol dan nlai tradisi momongan. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan semiotika rolnad barthes. Metode pengambilan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta metode pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan simbol yang ditemukan dalam tradisi momongan memiliki dua bentuk yaitu bentuk verbal dan nonverbal. Bentuk verbal paritta dan doa Jawa. Bentuk nonverbal terdapat dua kelompok kebiasaan dan benda. Makna simbol nonverbal adalah penghormatan kepada Tiratna, perlindungan, dan kesejahteraan hidup. Makna simbol nonverbal cenderung mengartikan sifat manusia serta ajaran melakukan kebajikan dengan bersyukur, cinta kasih, memberi, dan kesejahteraan hidup. Relevansi tradisi momongan dalam Dasa Paramita adalah terdapat nilai-nilai murah hati, disiplin moral, pengunduran diri dari keduniawian, kebijaksanaan, semangat dan usaha, kesabaran, kejujuran dan kebenaran, kebulatan tekad, cinta kasih, dan keseimbangan. The tradition of Momongani is one that has been continued since the existence of the ancestors and is performed every eight or 35 days through a series of meaningful rituals. The purpose of this study is to describe the symbols and meanings of nlai in the Momogen tradition. This study adopts Ronald Barthes semiotic method for qualitative research. Data collection methods include observation, interviews and recording, as well as purposive sampling. It turns out that symbols in the Momogen tradition come in two forms, verbal and non-verbal. Verbal forms of Parita and Javanese prayers. Nonverbal forms fall into two categories: habits and objects. The non-verbal symbols mean reverence for Tiratna, protection and blessing of life. The meaning of non-verbal symbols often connotes humanity and the teachings of the virtues of gratitude, love, giving and happiness. The relevance of the children's tradition in Dasa Paramita is that there are values of generosity, moral discipline, renunciation, wisdom, spirit and effort, patience, honesty and truth, determination, love and balance. |
| 目次 | Abstrak 13 Pendahuluan 14 Metode 16 Hasil dan Pembahasan 17 1. Tradisi Momongan 17 2. Dasa Paramitha 18 3. Relevansinya Tradisi Momongandengan Dasa Paramita 21 Kesimpulan 25 Daftar Pustaka 25 |
| ISSN | 27459268 (E) |
| DOI | https://doi.org/10.53565/patisambhida.v2i2.858 |
| 點閱次數 | 7 |
| 建檔日期 | 2024.10.16 |
| 更新日期 | 2024.11.01 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
