![]() |
|
| Nilai-Nilai Buddhisme Dalam Tradisi Wagean Masyarakat Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia | ||
| 作者 | Setyawan, Aris Dharma (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Patisambhida: Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama |
| 卷期 | v.2 n.1 |
| 出版日期 | 2021 |
| 頁次 | 1 - 10 |
| 出版者 | STABN Raden Wijaya Wonogiri |
| 出版者網址 | https://radenwijaya.ac.id/ |
| 出版地 | Wonogiri, Indonesia |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 關鍵詞 | Tradisi Wagean=Wagean Tradition; Nilai-nilai Buddhisme=Buddhist Value; Nichiren Shoshu |
| 摘要 | Penelitian ini dilakukan karena ada banyak anak muda yang tidak tahu tentang nilai-nilai dan doa-doa khusus yang terkandung dalam tradisi Wagean. Ada banyak anak muda yang tidak tahu bagaimana tradisi Wagean muncul di Dusun Setoyo. Tujuan penelitian: (1) Untuk menggambarkan pelaksanaan ritual/ tradisi Wagean oleh masyarakat MNSBDI di Dusun Setoyo, (2) untuk mengetahui realisasi nilai-nilai Buddhis dalam tradisi Wagean oleh masyarakat MNSBDI di Dusun Setoyo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif guna mengetahui nilai masing-masing variabel. Penelitian independen untuk mendapatkan ide tentang variabel penelitian. Penggunaan pendekatan studi kasus dilakukan untuk memahami suatu peristiwa atau kesempatan dan hubungan mereka dengan orang- orang yang berada dalam situasi tertentu. Studi kasus ini digunakan peneliti untuk melakukan penelitian tentang nilai-nilai Buddhisme dalam Tradisi Wagean dalam lingkup Vihara Buddha MNSBDI Vimalakirti Setoyo. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) tradisi Wagean di Dusun Setoyo muncul pada tahun 1967 karena perdebatan antara keyakinan Abogen (non-Islam) dan Nasapon (Islam) yang kemudian didirikan oleh tokoh agama Buddha dan penyelenggara masyarakat menjadi kamis wage, (2) Realisasi nilai-nilai Buddhisme dalam tradisi Wagean ditujukan kepada Sutta Angutara Nikaya tentang Kewajiban Anak kepada Orang Tua dan Saddharma Pundarika Sutra dalam BAB Kausalya Sang Tathagata, Umat Buddha merealisasikan dengan merawat makam dan berdoa untuk mendiang. This study was conducted because there are many young people who are unaware of the specific values and prayers contained in the Wagan tradition. Many young people don’t know how Seto Village’s Wagian tradition came about. The purpose of the study: (1) to describe the implementation of Vajian rituals/traditions by the Seto Village MNSBDI community, (2) to determine the implementation of Buddhist values in the Vajian tradition by the Seto Village MNSBDI community. This study used a descriptive qualitative approach to determine the value of each variable. Conduct independent research to understand study variables. The case study method is used in order to understand an event or opportunity and its relationship to a person in a specific situation. The researcher used this case study to conduct a study on Buddhist values in the Vajrian tradition within the context of the MNSBDI Vimalakirti Seto Temple. The research results found that: (1) The Wajian tradition in Seto Village emerged in 1967, stemming from the dispute between Abogan (non-Islamic) and Nasapon (Islamic) faiths, and was later developed by Buddhist religious leaders and community organizers Established as Thursday wages, (2) The realization of Buddhist values in the Vajrian tradition, involving the obligations of children to their parents in the Angutara Nikaya Sutra and the Kausali in the Lotus Sutra Sadama Asan Tathagata, Buddhists accomplish this by caring for the graves and praying for the dead. |
| 目次 | Abstrak 1 Pendahuluan 2 Metode 5 Hasil dan Pembahasan 5 1. Tradisi dalam Agama Buddha 5 2. Tradisi Wagean 6 3. Realisasi Nilai-Nilai Ajaran Buddha dalam Pelaksanaan Tradisi Wagean oleh Umat MNSBDI di Dusun Setoyo 8 Kesimpulan 9 Daftar Pustaka 10 |
| ISSN | 27459268 (E) |
| DOI | https://doi.org/10.53565/patisambhida.v2i1.735 |
| 點閱次數 | 1 |
| 建檔日期 | 2024.10.07 |
| 更新日期 | 2024.11.01 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
