![]() |
|
| Masyarakat Madani (Civil Society) dalam Perspektif Buddhisme | ||
| 作者 | Pratiwi, Pratna Dian (著) ; Nata, Pramudita Mei (著) ; Bramantio, Krisdiantoro Alfani (著) ; Sutadi (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Pelita Dharma |
| 卷期 | v.10 n.1 |
| 出版日期 | 2023.12 |
| 頁次 | 18 - 29 |
| 出版者 | STABN Sriwijaya Tangerang Banten |
| 出版者網址 | https://stabn-sriwijaya.ac.id/ |
| 出版地 | Tangerang, Indonesia |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 關鍵詞 | masyarakat madani=civil society; perspektif=perspective; buddhisme=buddhism |
| 摘要 | Di Indonesia membutuhkan tumbuh dan berkembangnya masyarakat madani (civil society), akan tetapi hingga saat ini pembentukan masyarakat madani di Indonesia masih kurang optimal. Berkenaan dengan hal tersebut dalam ajarannya Buddha mengajarkan mengenai hiri dan ottapa sebagai landasan diri dalam menumbuhkan karakteristik sadar hukum, oleh karena itu peneliti merasa tertarik dengan hal tersebut sehingga peneliti ingin melakukan kajian mengenai masyarakat madani (civil society) dalam perspektif Buddhisme. Untuk melakukan kajian ini peneliti menggunakan metode library research atau kajian kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian, dengan demikian peneliti akan mengkaji Tipitaka secara mendalam yang berkaitan dengan masyarakat madani (civil society) melalui sumber primer dari Tipitaka pali dan sekunder yang berasal dari pendapat maupun pembahasan penulis lain. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam pembentukan masyarakat madani (civil society) dalam persepektif Buddhisme membutuhkan pemenuhan terhadap kriteria merujuk pada 7 (tujuh) prinsip suku Vajji, hiri, dan ottapa yang ditunjang dengan pemenuhan prasyarat dalam membentuk masyarakat yang madani. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang madani dalam persepektif Buddhisme adalah masyarakat beradab yang mumpuni dalam perkembangan ilmu pengetahuan, merealisasi hiri dan ottapa, serta memenuhi syarat-syarat pembentukan masyarakat yang madani (civil society). In Indonesia, the growth and development of civil society is very necessary, but so far the formation of civil society in Indonesia has not been optimal. In relation to this, the Buddha taught hiri and otttapa in his teachings as a basis for himself to foster the quality of legal awareness, so researchers want to study civil society from a Buddhist perspective. To conduct this research, researchers use library research methods. Namely collecting library data, reading, recording, and processing research materials. Therefore, researchers will use primary sources of the Pali Tipitaka and secondary sources obtained from the opinions and discussions of other authors to study the Tipitaka in detail related to civil society. The results of this study are that the formation of civil society from a Buddhist perspective must meet the criteria related to the seven principles of Vajji, Hiri, and Ottapa forming a civil society. Thus it can be concluded that civil society from a Buddhist perspective is a civilized society, namely a society that is able to develop science, realize hiri and ottapa, and meet the requirements for the formation of a civil society. |
| 目次 | Abstrak 18 Pendahuluan 19 Metode 21 Hasil dan Diskusi 21 Pentingnya Menerapkan Masyarakat Madani Sebagai Masyarakat Ideal 21 Cara Membangun Masyarakat Yang Madani 22 Dampak Terbentuknya Masyarakat Madani Pada Stabilitas Masyarakat 26 Kesimpulan 27 Daftar Acuan 28 |
| ISSN | 24426482 (P) |
| 點閱次數 | 151 |
| 建檔日期 | 2024.10.07 |
| 更新日期 | 2024.11.01 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
