![]() |
|
| Paradigma Penelitian Agama Buddha: Rasionalisme Versus Empirisme | ||
| 作者 | Setyoko, Rahmad (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan |
| 卷期 | v.9 n.1 |
| 出版日期 | 2023.07 |
| 頁次 | 82 - 93 |
| 出版者 | STABN Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah |
| 出版者網址 | https://radenwijaya.ac.id/ |
| 出版地 | Wonogiri, Indonesia |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 附註項 | Rahmad Setyoko, STAB Negeri Raden Wijaya |
| 關鍵詞 | Paradigma Penelitian=Research Paradigm; Buddhism=Agama Buddha; Rasionalisme=Rationalism; Empirisme=Empiricism |
| 摘要 | Agama pada umumnya menganggap bahwa sumber kebenaran utama bagi manusia adalah apa yang tertulis dalam kitab suci karena merupakan wahyu yang diturunkan dari Tuhan. Namun, Buddha menganjurkan untuk tidak langsung mempercayai sesuatu hanya karena tertulis dalam kitab suci yang diwariskan turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah paradigma penelitian agama Buddha cenderung mengarah pada rasionalisme yang menganggap akal sebagai sumber pengetahuan ataukah mengarah pada empirisme yang menganggap bahwa sumber pengetahuan adalah pengalaman. Metode kepustakaan dipilih untuk menelusuri dan memadukan sumber referensi primer dan sekunder berkaitan dengan paradigma penelitian agama Buddha, rasionalisme, dan empirisme. Data dianalisis dengan content analysis untuk mendapatkan inferensi yang valid dengan melakukan proses memilih, menggabungkan, dan membandingkan beberapa pengertian sehingga ditemukan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma penelitian agama Buddha secara epistemologi memiliki kesamaan dengan paham empirisme karena cenderung menjadikan pengalaman langsung sebagai sumber pengetahuan daripada otoritas kitab suci dan penalaran. Religion generally considers that the main source of truth for humans is what is written in the scripture because it is a revelation sent down from God. However, Buddha recommended not to immediately believe in something just because it is written in a scripture that has been passed down from generation to generation. This study aims to examine whether the Buddhist research paradigm tends to lead to rationalism which regards reason as a source of knowledge or empiricism which considers that the source of knowledge is experience. The library research method was used to explore and integrate primary and secondary reference sources related to the research paradigm of Buddhism, rationalism, and empiricism. Data was analyzed using content analysis to obtain valid inferences by selecting, sorting, and comparing various meanings until the most relevant meaning was found. The results of the study show that the epistemological paradigm of Buddhist research has similarities with empiricism because it agrees that direct experience is used as a source of knowledge rather than the authority of scriptures and reasoning |
| 目次 | Abstrak 82 Pendahuluan 83 Metode 84 Hasil dan Pembahasan 85 Agama Buddha dan Kebenaran Ilmiah 85 Rasionalisme 86 Empirisme 88 Paradigma Penelitian Agama Buddha 89 Ontologi: Hakikat Kebenaran yang Dicari dalam Penelitian 89 Epistemologi: Metode Pembuktian Kebenaran 90 Aksiologi: Meluruskan Pandangan Salah 91 Kesimpulan 92 Daftar Pustaka 92 |
| ISSN | 24067601 (P); 27456323 (E) |
| DOI | https://doi.org/10.53565/abip.v9i1.842 |
| 點閱次數 | 19 |
| 建檔日期 | 2023.09.14 |
| 更新日期 | 2023.09.14 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
