![]() |
|
| Kajian Pancanantariya Kamma | ||
| 作者 | Nyaman (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Jurnal Manjusri |
| 卷期 | v.1 n.1 |
| 出版日期 | 2021.10 |
| 頁次 | 1 - 14 |
| 出版者 | STAB Maha Prajna |
| 出版者網址 | https://maukuliah.id/university/sekolah-tinggi-agama-buddha-maha-prajna-jakarta |
| 出版地 | Jakarta, Indonesia [雅加達, 印尼] |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 關鍵詞 | Pañcānantariyā Kamma |
| 摘要 | Penelitian menggunakan metode pendekatan hermeneutik dan metode pendekatan dhammasangani pada proses analisis teks. Hermeneutik berasal dari bahasa Yunani yang berarti kepandaian menerangkan dan menafsirkan sesuatu serta cara kita memahami dan menafsirkan sesuatu yang sangat dipengaruhi oleh konteks sejarah. Metode pendekatan dhammasangani merupakan suatu metode yang menerangkan kata sampai pada arti terkecil. Pañcānantariyā kamma merupakan bagian dari akusala garuka kamma perbuatan buruk yang berat dapat mengakibatkan individu terlahir kembali ke alam neraka avici. Pañcānantariyā kamma merupakan perbuatan yang menghasilkan akibat secara pasti dan perbuatan baik atau buruk yang telah dilakukan tidak dapat mencegah akibat dari pañcānantariyā kamma. Membunuh orang tua, membunuh arahat dan memecah belah sangha. Anak harus menghormati yang lebih tua di dalam keluarga, serta memiliki rasa hormat terhadap pertapa dan Brahmana yang telah meninggalkan kehidupan keduniawian dan melenyapkan kilesa atau kekotoran batin. Tujuan penelitian pañcānantariya kamma adalah mendiskripsikan konsep pañcānantariyā kamma dan mendiskripsikan analisis pañcānantariyā kamma. Pañcānantariyā kamma adalah lima perbuatan buruk yang akan menghasilkan akibat secara pasti, tidak dapat ditunda dan membawa pengaruh langsung pada kehidupan yang akan dating untuk terlahir di neraka avici. Pañcānantariyā kamma terdiri dari pembunuhan terhadap ibu kandung mâthughâta, membunuh ayah kandung pitughâta, membunuh arahat arahantaghâta, melukai tubuh Buddha lohituppâda, memecah belah sangha sanghabheda. Perbuatan jahat disebabkan oleh akusala mula tiga macam akar kejahatan yang terdiri dari keserakahan lobha, kebencian dosa dan kegelapan batin moha. Hakekatnya pañcānantariyā kamma merupakan dosa mulâ citta 2 dan cetasika 22. Hancurnya landasan pemahaman Dhamma mengakibatkan tidak akan mencapai tingkat-tingkat kesucian dan mencapai nibbâna pada kehidupan sekarang. Pada kehidupan sekarang pelaku pañcānantariyā kamma tidak dapat mencapai jhâna, mencapai tingkat-tingkat kesucian dan merealisasikan kebahagiaan tertinggi nibbâna. Obyek berat dan kehendak dalam melakukan perbuatan mengakibatkan pañcānantariyā kamma termasuk dalam perbuatan jahat yang berat. Perbuatan jahat yang termasuk dalam pañcānantariyā kamma tidak terbatas pada pembunuhan terhadap orang tua, arahat, melukai tubuh buddha dan memecah belah sangha. Dalam cerita-cerita buddhis dijelaskan bahwa memperlakukan orang tua, arahat, buddha dan sangha dengan tidak baik termasuk dalam pañcānantariyā kamma. |
| 目次 | Abstrak 1 Pendahuluan 2 Rumusan Masalah 4 Metode 4 Tinjauan Pustaka 4 Pembahasan 6 Penutup 12 Daftar Pustaka 12 |
| ISSN | 28082877 (E) |
| 點閱次數 | 24 |
| 建檔日期 | 2022.12.13 |
| 更新日期 | 2022.12.13 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
