Strategi=Strategy; Konflik=Conflict; Tokoh agama=Religious leader
摘要
Konflik krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar membawa dampak di negara tetangga termasuk Indonesia. Muncul rasa tidak nyaman dan kurangnya pemahaman terhadap konflik Rohingya. Hal ini yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis sikap umat Buddha menanggapi penilaian masyarakat sekitar, dan strategi tokoh agama Buddha dalam memberikan penyuluhan dan pembinaan menyikapi pasca konflik Rohingya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan metode kualitatif pendekatan studi kasus yang dilakukan di Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung pada bulan Maret-Mei 2018. Tehnik penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah sikap umat berperilaku baik dan menjaga tutur kata, saling menghargai sesama manusia, tidak membeda-bedakan dalam bermasyarakat, menjaga solidaritas, diskusi bertukar pemahaman agama, taat pada aturan pemerintah serata menjaga kesetabilan di masyarakat dan temuan lain tentang strategi yang digunakan oleh tokoh agama Buddha dalam menyikapi pasca konflik Rohingya yaitu dengan cara smotthing (penghalusan) yang dilakukan dengan strategi dari tokoh agama Buddha yaitu sikap pertisipasi, sosialisai, berfikir positif, motivasi dan edukasi.
Humanitarian conflict occurred in Myanmar brought impacts on neighboring countries including Indonesia. Emerging sense of discomfort and a lack of understanding to the Rohingya conflict. This is the background of the researcher to conduct a research with the aims to analyze the respond of Buddhists toward public view and strategies of Buddhist leaders in providing counseling and guidance to respond Rohingya post-conflict. This is a qualitative research with case study approach which is conducted in Jumo Sub-district, Temanggung Regency in March-May 2018. The technique of informants determining in this study uses purposive sampling. The results of this research show that the Buddhists respond public view by performing well-behaved, keeping speech, mutual respect, avoiding discrimination, keeping solidarity, discussing of religious understanding, complying with government regulations and maintaining stability in society. Then, the strategy used by Buddhist leaders to respond the Rohingya post-conflict is smoothing. It is performed through participation, socialization, possitive thinking, motivation and education.
目次
Abstrak 21 Pendahuluan 22 Tujuan Penelitian 24 Landasan Teori 24 Metode 26 Hasil Pembahasan 26 Kesimpulan 27 Daftar Pustaka 28