Kehidupan damai dan harmonis menjadi dambaan masyarakat dewasa ini, terlebih lagi dalam masyarakat majemuk yang kini tengah mendapat ancaman intoleransi. Dalam agama Buddha, kebahagiaan terjadi saat perdamaian dan harmonisasi tercapai, hasil dari pengembangan potensi kerohanian dan pemberdayaan diri termasuk kaum perempuan. Kaum perempuan yang berbudi pekerti luhur, kreatif, profesional, sejahtera dan bahagia dapat menjadi agen perdamaian serta mewujudkan harmonisasi dalam kehidupan masyarakat, saling menghargai termasuk dalam relasi umat beragama seperti umat Buddha dan Muslim.
目次
Abstract 51 Introduction 52 Bahaya Intoleransi 52 Perempuan Sebagai Agen Perdamaian 53 Perdamaian dan Penguasaan Pikiran 54 Kualitas-kualitas Luhur sebagai Landasan Perdamaian dan Harmonisasi 56 Profesional, Kreatif dan Berbudi Luhur 57 Langkah-langkah Dalam Membangun Sikap Berbudi Luhur 57 Kiprah Perempuan Buddhis dalam WANDANI 61 Conclusion 64 Bibliography 65