Buddhisme merupakan salah satu aliran filsafat India yang tergolong heterodoks, yang diajarkan oleh Siddārtha sekitar abad VI SM. Ajarannya bertujuan untuk menuntun para pengikutnya menuju nirvana, dengan membangun nilai-nilai universal yangtidak terkotak-kotak, sehingga terbebas dari sistem varna. Namun, setelah pengaruh Tantrapada abad VII Masehi, filsafat Buddha beralih menjadi agama Buddha.Masalah yang ingin dianalisisdalam artikelini adalah “bagaimana dialektika pencerahan Buddhisme?” Konsep teoritis yang digunakan dalam artikelini adalah hermeneutika. Artikelini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil analisis dalam artikel ini yaituajaranfilsafat Buddhabersifat universal, di luar agama dan kasta tertentu. Sedangkan, agama Buddha ajarannya hanya dianut oleh para pengikutnya saja (sifatnya terbatas). Tetapi, yang menghubungkan keduanya adalah ajaran etikannya. Di mana tujuannnya adalah membebaskan umat manusia dari penderitaan. Dengan demikian, hubungan ketiganya membentuk suatu dialektika.
Buddhism is one of the heterodox schools of Indian philosophy, taught by Siddārtha around the VI century BC. His teachings aim to lead his followers to nirvana, by building universal values that are not compartmentalized, so that they are free from the varna system. However, after the influence of Tantra in the VII century AD, Buddhist philosophy turned to Buddhism. The problem to be analyzed in this article is “what is the dialectic of enlightenment Buddhism?” The theoretical concept used in this articleis hermeneutics. This article uses qualitative research methods. The results of the analysis in this article are that the teachings of Buddhist philosophy are universal, outside of certain religions and castes. Meanwhile, Buddhism's teachings are only embraced by its followers (limited in nature). However, what connects the two is the teaching of ethics. Where the goal is to free mankind from suffering. Thus, the relationship between the three forms a dialectic.
目次
Abstrak 149 Pendahuluan 149 Metode Penelitian 150 Pembahasan 151 Simpulan 162 Daftar Pustaka 162