![]() |
|
| Kearifan Lokal dari Situs Candi Nusantara | ||
| 作者 | Lim, Heru Suherman (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Dhammavicaya: Jurnal Pengkajian Dhamma |
| 卷期 | v.1 n.1 |
| 出版日期 | 2017.07 |
| 頁次 | 22 - 27 |
| 出版者 | STAB Nalanda |
| 出版者網址 | https://stabnalanda.ac.id/ |
| 出版地 | Jakarta, Indonesia [雅加達, 印尼] |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 關鍵詞 | Local wisdom=Kearifan local; temple=candi; archipelago=nusantara |
| 摘要 | Temples in Indonesia are generally in the form of a closed mass, the ritual is performed outside the building. Thus the outer space has a very important role in supporting the function of the temples in the archipelago. If related to the construction of a temple, the direction can be determined by the eye of the wind, but also by the movement of certain stars. Placement of this temple can be accessed in certain constellations because in the southeast no mountains or other natural objects on earthare obtained as a reference created. This can be accomplished by establishing the mandala as a basis for locating it. Like talking in Greece, Indian or Eastern people, including the archipelago, see everything that is seen and experienced as something grand cosmos. The harmonious distribution of contributions was done not because of geometric thinking but was approved by cosmological thinking, so the term Mandala emerged. Candi-candi di Indonesia pada umumnya berbentuk massa yang tertutup, ritualnya dilakukan di luar bangunan. Dengan demikian ruang luar mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendukung fungsi pada candi-candi di Nusantara.Jika dihubungkan dengan pembangunan suatu candi, arah dapat ditentukan oleh mata angin, namun juga oleh pergerakan bintang tertentu. Perletakan candi ini dapat diduga merujukpada konstelasi bintang tertentu, karena di arah tenggara tidak didapatkan gunung atau benda alam yang lain di bumi sebagai rujukan orientasi. Hal ini dapat dikaitkan pembentukan mandala sebagai dasar perletakkannya. Seperti halnya di Yunani, manusia India atau Timur termasuk Nusantara memandang segala yang dilihat dan dialami sebagai sesuatu kosmos yang agung. Pembagian proporsi yang harmonis dikerjakan bukan karena pemikiran geometris semata melainkan dipengaruhi pula oleh pemikiran kosmologi maka munculah isitilah Mandala. |
| 目次 | Abstrak 22 Hasil dan Pembahasan 23 Simpulan 26 Daftar Rujukan 27 |
| ISSN | 25808028 (P); 27754200 (E) |
| 點閱次數 | 138 |
| 建檔日期 | 2022.11.16 |
| 更新日期 | 2022.11.16 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
