![]() |
|
| Analisis Deskriptif Perkembangan Agama Buddha Majelis Buddhayana Di Desa Giling Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati | ||
| 作者 | Hatmono, Prihadi Dwi (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan |
| 卷期 | v.5 n.1 |
| 出版日期 | 2019.07 |
| 頁次 | 53 - 68 |
| 出版者 | STABN Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah |
| 出版者網址 | https://radenwijaya.ac.id/ |
| 出版地 | Wonogiri, Indonesia |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 關鍵詞 | Perkembangan dan Majelis Buddhayana=Development and Buddhayana Assembly |
| 摘要 | The results of this study are (1) Theentry of Buddhayana Majlis Buddhism in Gunungwungkal District begins with a new movement, precisely in Glagah Hamlet, Giling Village, 90% Buddhists or 70 families. Buddhism has prevailed in Glagah Hamlet since the 1960s. In 1999 Buddhaya monastery was first built. The Buddhahana Buddhism is identical to Ekayana, the technical terminology used to refer to and summarize pandanagan, the school of teachings, or even the understanding of Buddhism as a whole, which confirms that dharma or truth is only one. The three views are Theravada, Mahayana, and Tantrayana / Vajrayan. All yana (sects, schools) are in one Buddhist Way, so that each yana is the same guiding one towards Buddhahood, (2) The development of Buddhayana Buddhist assemblies is inseparable from Jinarakitha ‘s character Bhikkhu Asin. The leader of the Buddhayana assembly in Indonesia is Y.A. Bhikkhu Ashin Jinarakhita and at the same time as one of the pioneers of the revival of Buddhism in Indonesia. After the appearance of the Buddhayana assembly which sparked the concept of divinity called Sang Hyang Adi Buddha. Buddhahana Buddhism in the Giling Village of Cluwak Regency is very dull. There are religious activities carried out by the community, namely: Puja Bhakti, Dhammadesa,Meditation, Pathidana, Anjangsana, PMVBI Secretary, WBI. Hasil penelitian ini adalah (1) Masuknya agama Buddha majelis Buddhayana di Kecamatan Gunungwungkal diawali dengan gerakan baru, tepatnya di Dusun Glagah Desa Giling, umat yang beragama Buddha 90% atau 70 kepala keluarga. Agama Buddha telah berjaya di Dusun Glagah sejak tahun 1960-an. Pada tahun 1999 vihara Buddhaya pertama kali dibangaun. Agama Buddha Majelis Buddhayana identik dengan Ekayana, terminologi teknis yang dipakai untuk merujuk dan merangkum pandanagan, aliran ajaran, atau pun pengertian agama Buddha secara keseluruhan, yang menegaskan bahwa dharma atau kebenaran itu hanya satu. Tiga pandangan itu adalah Theravada, Mahayana, dan Tantrayana/Vajrayan. Semua yana (sekte, aliran) berada dalam satu Jalan Buddha, sehingga tiap yana sama membimbing seseorang menuju Kebuddhaan, (2) Perkembangan umat Buddha majelis Buddhayana tidak terlepas dari tokoh Bhikkhu Asin Jinarakitha. Tokoh pencetus majelis Buddhayana di Indonesia adalah Y.A. Bhikkhu Ashin Jinarakhita dan sekaligus sebagai salah satu pelopor kebangkitan kembali agama Buddha di Indonesia. Setelah muculnya majelis Buddhayana yang mencetuskan konsep ketuhanan yang disebut dengan Sang Hyang Adi Buddha. Agama Buddha majelis Buddhayana di Desa Giling Kabupaten Cluwak sangat begus Perkembangannya. Terdapat kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu: Puja Bhakti, Dhammadesa, Meditasi, Pathidana, Anjangsana, Sekber PMVBI, WBI. |
| 目次 | Abstrak 53 Pendahuluan 54 Landasan Teori 55 Pembahasan 61 Penutup 67 Daftar Pustaka 67 |
| ISSN | 24067601 (P); 27456323 (E) |
| DOI | https://doi.org/10.53565/abip.v2i1.27 |
| 點閱次數 | 148 |
| 建檔日期 | 2022.11.16 |
| 更新日期 | 2022.11.16 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
