![]() |
|
| Analisis Upacara Tribuana Manggala Bhakti | ||
| 作者 | Legiyanti (著) ; Prasetyo, Lery (著) ; Marjianto (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan |
| 卷期 | v.5 n.2 |
| 出版日期 | 2019.12 |
| 頁次 | 133 - 151 |
| 出版者 | STABN Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah |
| 出版者網址 | https://radenwijaya.ac.id/ |
| 出版地 | Wonogiri, Indonesia |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 附註項 | Studi Interaksionisme Simbolik Umat Buddha Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo. |
| 關鍵詞 | Ceremony=Upacara; Manggala Bhakti Tribuana=Tribuana Manggala Bhakti; Symbolic Interaction=Interaksi Simbolik |
| 摘要 | Based on the results of research and data analysis shows that: (1) This ceremony combines Javanese and Buddhist traditions, which is characterized by performing three rituals namely the earth dimension by planting trees (bija-niyama), the water dimension by planting trees in various springs, releasing fish (fangsen and metta development) and the air or light dimension by releasing birds. (2) Factors underlying the formation of the Manggala Bhakti Tribuana ceremony, namely: internal factors from the Dharmaduta Jatimulyo Village, which initiated the ceremony idea and external factors from the community and the localgovernment of Jatimulyo Village that supported the ceremony. (3) The implementation of this ceremony is an attachment between Buddhism and Javanese Culture, namely: the Buddha's words written in Dhammapada puppha vagga 49 which has the content that takingsomething from nature, should not damage nature and Vanaropa Sutta which emphasizes that preserving nature is part of preserving nature from sublime wisdom practices. But on the contrary it must be beneficial for nature, it is in line with the teachings of the ancestors namely heavenly father, mother earth who states how to love, protect, respect the earth and sky as parents. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa:(1) Upacara ini menggabungkan tradisi Jawa dengan Buddhis, yang ditandai dengan melakukan tiga ritual yakni matra bumi dengan penanaman pohon (bija-niyama), matra air dengan penanaman pohon di berbagai sumber mata air, pelepasan ikan (fangsen dan pengembangan metta) dan matra udara atau cahaya dengan melakukan pelepasan burung. (2) Faktor yang melatarbelakangi terbentuknya upacara Tribuana Manggala Bhakti yakni: faktor internal dari dharmaduta Desa Jatimulyo yang menggagas ide upacara ini dan faktor dari eksternal dari masyarakat dan pemerintah daerah Desa Jatimulyo yang mendukung adanya upacara ini.(3) Pelaksanaan upacara ini terdapat keterikatan antara agama Buddha dan Budaya Jawa yakni: sabda Sang Buddha yang tertulis di Dhammapada puppha vagga 49 yang memiliki isi bahwa mengambil sesuatu dari alam, hendaknya tidak merusak alam dan Vanaropa Sutta yang menekankan bahwa menjaga pelestarian alam adalah bagian dari praktik kebijaksanaan yang luhur. Tetapi sebaliknya harus bermanfaat bagi alam, hal tersebut sejalan dengan ajaran para leluhur yakni bapa langit, ibu bumi yang menyatakan bagaimana menyayangi, melindungi, menghormati bumi dan langit sebagaimana orang tua. |
| 目次 | Abstrak 133 Pendahuluan 134 Kajian Teori 135 Metode Penelitian 137 Hasil dan Pembahasan 138 Kesimpulan 148 Daftar Pustaka 148 |
| ISSN | 24067601 (P); 27456323 (E) |
| DOI | https://doi.org/10.53565/abip.v2i2.83 |
| 點閱次數 | 238 |
| 建檔日期 | 2022.11.15 |
| 更新日期 | 2022.11.15 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
