![]() |
|
| Relevansi Kepercayaan Jawa Dan Ajaran Buddha Di Desa Kemiri Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung Jawa Tengah | ||
| 作者 | Ngadat (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan |
| 卷期 | v.5 n.2 |
| 出版日期 | 2019.12 |
| 頁次 | 18 - 33 |
| 出版者 | STABN Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah |
| 出版者網址 | https://radenwijaya.ac.id/ |
| 出版地 | Wonogiri, Indonesia |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 關鍵詞 | Relevance=Relevansi; Kejawen; Buddhism=Ajaran Buddha |
| 摘要 | Central Java Kejawen teachings for the people of Indonesia are already familiar. Some Indonesian people still preserve the teachings of kejawen. The teaching of kejawen at the present time is carried out by people who are old or classified as old. As for the younger generation, they lack understanding about the teachings of Java. This condition occurs in the Buddhist community of Kemiri Village, Kaloran District, Temanggung Regency, Central Java. The method used in this research is qualitative in the field. The researchercollected data by conducting in-depth interviews with the informants. The informants in this study were community leaders, and the perpetrators of the Javanese teachings. An understanding and appreciation of Javanese belief in God Almighty. Kejawen teachings are kebatinan teachings which have their own uniqueness compared to other cultures. Followed by behavior concerned, this behavior can be done with fasting determined by the Javanese calendar. Concerned behavior aims to encourage and direct one's behavior to always be positive and stay away from things that are negative and unwise, for the achievement of life goals. The balance and harmony of life that is with the responsibility of morality to God.The value associated between the teachings of Java and Buddhism lies in the teachings that explore the mind. Good quality inner mastery is through moral training. Good moral training will lead a person to get a true knowledge of calm life. Ajaran Kejawen bagi masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi.Sebagian masyarakat Indonesia masih melestarikan ajaran kejawen. Ajaran kejawen pada masa sekarang dilakukan oleh masyarakat yang usianya sudah tua atau tergolong tua. Sedangkan untuk generasi muda kurang memahami tentang ajaranjawa. Kondisi tersebut terjadi di masyarakat umat Buddha Desa Kemiri Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung Jawa Tengah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif lapangan. Pengumpulan data peneliti lakukan dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada informan. Informan dalam penelitian ini tokoh umat masyarakat, dan para pelaku ajaran kejawen.Pemahaman dan penghayatan kepercayaan orang Jawa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Ajaran Kejawen merupakan ajaran kebatinan yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan budaya lain. Diikuti dengan laku prihatin, laku prihatin ini dapat dilakukan dengan puasa yang ditentukan dengan penanggalan jawa. Laku prihatin bertujuan untuk mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang agar selalu bersikap positif dan menjauhi hal-hal yang bersifat negatif dan tidak bijaksana, demi tercapainya tujuan hidup. Keseimbangan dan keharmonisan hidup yaitu dengan tanggung jawab moralitas kepada Tuhan. Nilai yang berkaitan antara ajaran jawa dan ajaran Buddha terletak pada ajaran yang mengupas tentang batin. Penguasaan batin yang berkualitas baik adalah dengan cara melakuka pelatihan kemoralan. Pelatihan kemoralan yang baik akan mengantar seseorang untuk mendapatkan pengetahuan benar tenang kehidupan. |
| 目次 | Abstrak 18 Pendahuluan 19 Daftar Pustaka 32 |
| ISSN | 24067601 (P); 27456323 (E) |
| DOI | https://doi.org/10.53565/abip.v2i2.61 |
| 點閱次數 | 111 |
| 建檔日期 | 2022.11.15 |
| 更新日期 | 2022.11.15 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
