網站導覽關於本館諮詢委員會聯絡我們書目提供版權聲明引用本站捐款贊助回首頁
書目佛學著者站內
檢索系統全文專區數位佛典語言教學相關連結
 


加值服務
書目管理
書目匯出
Terbentuknya Bumi Dan Hancurnya Bumi
作者 Tantra, Manggala Wiriya (著)
出處題名 Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan
卷期v.6 n.1
出版日期2020.07
頁次26 - 38
出版者STABN Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah
出版者網址 https://radenwijaya.ac.id/
出版地Wonogiri, Indonesia
資料類型期刊論文=Journal Article
使用語言印尼文=Indonesian
關鍵詞doomsday=kiamat; self-control=pengendalian diri; Buddhism=ajaran Buddha
摘要Natural disasters that often occur after the 20th century lead many people to assume that the earth will soon experience destruction. Buddhism knows the process of the destruction of the earth contained in the Satta Suriya Sutta, Anguttara Nikaya, which explains the earth to collapse after the seventh sun appeared. However, that does not mean if the earth is destroyed then there is no more life. In Ananda Vagga, Anguttara Nikaya, the Buddha explains that there are more than one billion solar systems in the universe. The development of science and technology which is progressing very rapidly, has found many planets that can be inhabited by living things and some stars are also found in this galaxy. This shows the equivalence between Buddhism and the development of science and technology. The condition of the earth is greatly influenced by human behavior, if human morals degenerate the earth will experience more rapid destruction, on the contrary if human morals get better the earth will be sustainable, so the core of the explanation contained in Pattakammavagga, Anguttara Nikaya. The best solution given by Buddhism in overcoming the destruction of the earth is to eliminate the kilesa (defilement), that is, all the elements of lobha (greed), the element of sin (hatred), and the element of moha (ignorance) in humans. Self-control is the first step to extinguish the kilesas. If all three have been eroded away, the moral quality must be good and the earth more sustainable.

Bencana alam yang sering terjadi setelah abad ke-20 menimbulkan banyak orang beranggapan bahwa bumi tidak lama lagi akan mengalami kehancuran. Agama Buddha megetahui proses terjadinya kehancuran bumi yang terdapat dalam Satta Suriya Sutta, Anguttara Nikaya, yang menjelaskan bumi hancur setelah muncul matahari ketujuh. Namun demikian, bukan berarti apabila bumi ini hancur maka sudah tiada kehidupan lagi. Dalam Ananda Vagga, Anguttara Nikaya, Sang Buddha menjelaskan terdapat lebih dari satu milyar tata surya yang ada di alam semesta ini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengalami kemajuan sangat pesat, telah menemukan banyak planet yang dapat dihuni mahluk hidup dan beberapa bintang juga terdapat di galaksi ini. Hal ini menunjukkan adanya kesepadanan antara agama Buddha dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kondisi bumi sangat dipengaruhi oleh perilaku manusia, apabila moral manusia semakin merosot maka bumi semakin cepat mengalami kehancuran, sebaliknya jika moral manusia semakin baik maka bumi akan lestari, demikianlah inti penjelasan yang terdapat dalam Pattakammavagga, Anguttara Nikaya. Solusi terbaik yang diberikan agama Buddha dalam menanggulangi kehancuran bumi adalah dengan cara melenyapkan kilesa (kekotoran batin) yaitu semua unsur lobha (keserakahan), unsur dosa (kebencian), dan unsur moha (ketidaktahuan batin) dalam diri manusia. Pengendalian diri adalah langkah awal untuk memadamkan kilesa. Jika ketiga-tiganya telah terkikis habis maka kualitas moral pasti baik dan bumi semakin lestari.
目次Abstract 26
Pendahuluan 27
Metode Penelitian 35
Hasil Penelitian dan Pembahasan 36
Kesimpulan dan Saran 37
Daftar Pustaka 38
ISSN24067601 (P); 27456323 (E)
DOIhttps://doi.org/10.53565/abip.v3i1.175
點閱次數790
建檔日期2022.11.15
更新日期2022.11.15










建議您使用 Chrome, Firefox, Safari(Mac) 瀏覽器能獲得較好的檢索效果,IE不支援本檢索系統。

提示訊息

您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。

修正書目錯誤

請直接於下方表格內刪改修正,填寫完正確資訊後,點擊下方送出鍵即可。
(您的指正將交管理者處理並儘快更正)

序號
655587

查詢歷史
檢索欄位代碼說明
檢索策略瀏覽