![]() |
|
| Habitus Habitus Toleransi Pendidikan Buddha di Maha Vihara Majapahit Trowulan | ||
| 作者 | Septiana, Audea (著) ; Fauzi, Agus Machfud (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Jurnal Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan |
| 卷期 | v.7 n.2 |
| 出版日期 | 2021.12 |
| 頁次 | 163 - 171 |
| 出版者 | STABN Raden Wijaya Wonogiri Jawa Tengah |
| 出版者網址 | https://radenwijaya.ac.id/ |
| 出版地 | Wonogiri, Indonesia |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 關鍵詞 | Habitus; Tolerance=Toleransi; Buddha |
| 摘要 | Habitus is a system that combines objective structures and personal history, long-lasting and changing dispositions that function as a generative basis for objectively structured and integrated practices. Habitus is not formed naturally, but based on something that is constructed. As a country that has a variety of religions and beliefs, the level of tolerance in Indonesia is an important spear. In forming an attitude of tolerance, each religion has its own strategy. This research aims to investigate the tolerance habitus of Buddhist education in Mahavihara Majapahit. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. Research subjects were determined through purposive sampling technique. Data collection techniques through observation,interviews, and literature study. The researcher borrows Pier Bourdieu's habitus theory as an analytical tool in this research. The results of the research show that there are four tolerance habits of Buddhists at Maha Vihara Majapahit, namely Acceptance of Non-Buddhist employees as managers of Maha Vihara Majapahit, granting permission for activities held at Maha Vira Majapahit for the surrounding community, providing assistance to the surrounding community, free medical activities. Habitus merupakan sistem yang yang menggabungkan struktur objektif dan sejarah personal, disposisi yang berlangsung lama dan berubah-ubah yang memiliki fungsi sebagai dasar generatif bagipraktik-praktik terstruktur dan terpadu secara objektif. Habitus tidak terbentuk secara alamiah, melainkan berdasarkan sesuatu yang dikonstruksi. Sebagai negara yang memiliki aneka ragam agama dan kepercayaan, tingkat toleransi di Indonesia menjadi tombakyang penting. Dalam membentuk sikap toleransi setiap agama memiliki strategi tersendiri. Riset ini bertujuan untuk menelisik habitus toleransi pendidikan agama Buddha di Maha Vihara Majapahit. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Peneliti meminjam teori habitus Pier Bourdieu sebagai pisau analisis dalam riset ini. Hasil riset menunjukkan bahwa ada empat habitus toleransi umat Buddha di Maha Vihara Majapahit, yaitu penerimaan karyawan non-Buddha sebagai pengelola Maha Vihara Majapahit, pemberian izin kegiatan yang diadakan di Maha Vihara Majapahit bagi masyarakat sekitar, pemberian bantuan kepada masyarakat sekitar,dan kegiatan pengobatan gratis. |
| 目次 | Abstrak 163 Pendahuluan 164 Kajian Teori 165 Metode Penelitian 167 Hasil dan Pembahasan 167 Kesimpulan 170 Daftar Pustaka 170 |
| ISSN | 24067601 (P); 27456323 (E) |
| DOI | https://doi.org/10.53565/abip.v7i2.313 |
| 點閱次數 | 98 |
| 建檔日期 | 2022.11.09 |
| 更新日期 | 2022.11.09 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
