Sharia economics=Ekonomi Syariah; Buddhist economics=Ekonomi Buddhis
摘要
Sharia economics is a teaching that puts forward religious and ethical values in muamalah, which provides a fair value of benefits to both parties concerned and distributes existing losses so that they are not burdened with only one party. On this basis, this study was made to find out the correlation between Islamic economics and economics in Buddhism. The research method is based on literature review and uses methods that are relevant to existing theories. Sources of data used in this study took primary and secondary sources. Primary sources are Al-Quran and Hadith, Tipitaka. Secondary sources are popular books and other supporting sources that are relevant to the problem being discussed. The data analysis technique used in the preparation of the thesis mostly uses a deductive way of drawing conclusions. Deductively, namely the collection of data from things that are general to things that are specific, as well as correlatives that have a reciprocal relationship with one another. In this research, it was found that there was a correlation between Economics in Islam and Buddhism, which was carried out with effort without harming oneself, others or other creatures. From the point of view of Buddhism, it shows that the economy that is carried out must go through the right and legitimate path, according to what is taught, namely by being guided by the noble eightfold path, namely right livelihood. Buddhist economics not only considers one's own happiness, but also considers others.
Ekonomi syariah merupakan ajaran yang mengedepankan nilai-nilai agama serta etika dalam bermuamalah, yang memberikan nilai keuntungan secara adil kepada kedua pihak yang bersangkutan serta membagikan kerugian yang ada sehingga tidak diberatkan kepada salah satu pihak saja. Atas dasar hal tersebut, penelitian ini dibuat untuk mencari tahu adanya korelasi antara ekonomi Syariah dengan ekonomi dalam agama Buddha. Metode penelitian didasarkan pada kajian pustaka dan menggunakan metode yang relevan dengan teori yang ada. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini mengambil sumber primer dan sekunder. Sumber primer yaitu Al-Quran dan Hadis, Tipitaka. Sumber sekunder yaitu buku-buku populer dan sumber penunjang lainnya yang relevan dengan masalah yang dibahas. Teknik analisis data yang digunakan dalam penyusunan skripsi sebagian besarmenggunakan cara menarik kesimpulan dengan cara deduktif. Secara deduktif yaitu pengumpulan data dari hal-hal yang bersifat umum menjadi hal-hal yang bersifak khusus, serta korelatif yang bersifat mempunyai hubungan timbal balik satu dengan yang lain. Dalam penelitian ini ditemukan adanya korelasi antara Ekonomi dalam Islam maupun Buddhis yaitu dilakukan dengan usaha tanpa merugikan diri sendiri, orang lain maupun makhluk lain. Dalam sudut pandang agama Buddha ditunjukkan bahwa ekonomi yang dilakukan harusmelalui jalan yang benar dan sah, sesuai dengan yang diajarkan yaitu dengan berpedoman pada jalan mulia berunsur delapan yaitu mata pencaharian benar. Ekonomi buddhis tidak hanya mempertimbangkan pada kebahagiaan diri sendiri, melainkan juga memperhatikan pihak lain.
目次
Abstrak 151 Pendahuluan 152 Metode 153 Kesimpulan 155 Daftar Pustaka 156