網站導覽關於本館諮詢委員會聯絡我們書目提供版權聲明引用本站捐款贊助回首頁
書目佛學著者站內
檢索系統全文專區數位佛典語言教學相關連結
 


加值服務
書目管理
書目匯出
Persepsi Umat Buddha Di Temanggung, Pati, Dan Banyumas Mengenai Kompetensi Penyuluh Agama Buddha Profesional
作者 Madiyono (著)
出處題名 Pelita Dharma
卷期v.4 n.2
出版日期2018.12
頁次29 - 47
出版者STABN Sriwijaya Tangerang Banten
出版者網址 https://stabn-sriwijaya.ac.id/
出版地Tangerang, Indonesia
資料類型期刊論文=Journal Article
使用語言印尼文=Indonesian
關鍵詞perception=persepsi; competence of professional councelors=kompetensi penyuluh professional; Temanggung; Pati; Banyumas
摘要The preservation of Buddhism in Indonesia is greatly influenced by competent and profesional counselors so that the quantity of Buddhists can also increase. In some regions the number of Buddhists experiences ups and downs, along with dedication of Buddhist councelors, assemblies, and the Sangha. Related to this, efforts were made to gather information on various competency of counselors needed by Buddhists in Temanggung, Pati, and Banyumas Districts. Data collection was done in a qualitative way using in-depth interviews, observation, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model. The credibility of the data was done by triangulation, member check, and increasing perseverance. The results of the study show that in general, Buddhists in Central Java understand the duties, roles and functions of Buddhist councelors. The competencies expected by Buddhists in Central Java cover many aspects. Competencies possessed by counselor include: capable to speak in public, capable of preparing guidance material well, master the basic principles of Buddhism, competence in delivering the teaching of the
Buddha well, skillfull in carrying out devotional service (rites), competent in applying appropriate methods, skillfull in counseling lay-people. Buddhist councelors must have abilities in other fields, such as: law, the development of social political situations, governance, good communication. In terms of attitude, the councelors must also be able to be role models, be able to maintain harmony between Buddhists and other people of religion. In addition, the councelors must also be competent, humorous, non-sect, responsive, disciplined, diligent, good, open, willing to accept criticism, firm, adjust the condition of the people. Buddhist councelors must be neutral, also expected to have the ability to understand the latest informations, be able to operate a laptop, and other telecommunication and information tools, be able to preserve local culture, such as playing gamelan, singing Badrasanti and singing Javanese Buddhist songs.

Pelestarian agama Buddha di Indonesia sangat dipengaruhi oleh penyuluh yang kompeten dan profesional sehingga jumlah umat Buddha juga dapat meningkat jumlahnya. Di beberapa daerah, jumlah umat Buddha mengalami pasang surut, seiring dengan jumlah penyuluh agama Buddha, majelis, dan Sangha. Sehubungan dengan hal tersebut, dilakukan upaya untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai kompetensi penyuluh yang dibutuhkan oleh umat Buddha di Kabupaten Temanggung, Pati, dan Banyumas. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif
menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan model
Miles dan Huberman. Kredibilitas data dilakukan dengan triangulasi, cek anggota, dan meningkatkan ketekunan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, umat Buddha di Jawa Tengah memahami tugas, peran dan fungsi dewan agama Buddha. Kompetensi yang diharapkan oleh umat Buddha di Jawa Tengah mencakup banyak aspek. Kompetensi yang dimiliki oleh penyuluh agama Buddha meliputi: kemampuan berbicara di depan umum, mampu menyiapkan bahan bimbingan dengan baik, menguasai prinsip-prinsip dasar agama Buddha, kompetensi dalam menyampaikan ajaran Buddha dengan baik, terampil dalam melaksanakan pelayanan ritual (ritus), kompetensi
dalam menerapkan metode yang tepat, keterampilan dalam konseling umat awam. Penyuluh Agama Buddha juga harus memiliki kemampuan di bidang lain, seperti: hukum, memahami perkembangan situasi sosial politik, pemerintahan, dan keterampilan komunikasi yang baik. Dari segi sikap, penyuluh agama Buddha juga harus bisa menjadi panutan, mampu menjaga keharmonisan antara umat Buddha dan umat beragama lainnya. Selain itu,penyuluh juga harus kompeten, humoris, bersikap nonsekte, responsif, disiplin, rajin, baik, terbuka, mau menerima kritik, tegas, dan dapat beradaptasi dengan kondisi masyarakat. Penyuluh Agama Buddha selain bersikap netral juga
目次ABSTRACT 29
PENDAHULUAN 31
METODE 34
HASIL DAN PEMBAHASAN 35
PENUTUP 45
DAFTAR ACUAN 47
ISSN24426482 (P)
點閱次數33
建檔日期2022.11.08
更新日期2022.11.08










建議您使用 Chrome, Firefox, Safari(Mac) 瀏覽器能獲得較好的檢索效果,IE不支援本檢索系統。

提示訊息

您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。

修正書目錯誤

請直接於下方表格內刪改修正,填寫完正確資訊後,點擊下方送出鍵即可。
(您的指正將交管理者處理並儘快更正)

序號
654848

查詢歷史
檢索欄位代碼說明
檢索策略瀏覽