Persembahan pada altar dewa-dewi di Kelenteng Liong Hok Bio terdiri dari berbagai minuman dan terdapat berbagai jenis makanan. Persembahan tersebut secara berkala akan diganti dengan persembahan yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk barang persembahan pada altar dewa-dewi di Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang dan menganalisis makna simbolik barang persembahan pada altar dewa-dewi di Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kualitatif dengan menggunakan model studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk barang persembahan pada altar dewadewi di Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang berupa barang atau benda yang diletakkan di altar. Makna simbolik yang terdapat pada persembahan di altar dewa-dewi Kelenteng Liong Hok Bio Kota Magelang adalah sebagai bentuk pemujaan terhadap leluhur dan para dewa, tetapi dalam praktiknya segala sesuatu berjalan berdasarkan karma yang telah dilakukan, dan permohonan akan tercapai apabila karma baik telah berbuah.
The offerings at the gods altar in the Liong Hok Bio temple consisted of various drinks and foods. These offerings will be periodically replaced with new offerings. This study aimed to describe the form of offerings on the gods altar in the Liong Hok Bio temple, Magelang City and analyze the symbolic meaning of the offerings at the gods altar in the Liong Hok Bio temple, Magelang City. This research used a qualitative study approach with case study model. The results showed that the form of offerings at the gods altar in the Liong Hok Bio temple, Magelang City were the objects which placed at the altar. The symbolic meaning which presented at the gods altar in the Liong Hok Bio temple, Magelang City was as a form of worshiping ancestors and gods, but in practice everything goes according to the karma that has been done, and the request will be reached if the good karma has supported.
目次
ABSTRAK 129 PENDAHULUAN 129 KAJIAN TEORI 131 METODE PENELITIAN 133 HASIL DAN PEMBAHASAN 134 PENUTUP 137 DAFTAR PUSTAKA 138