![]() |
|
| Bolehkah Umat Buddha Memuja Dewa-Dewi Tradisi? Sebuah Kajian Penting Berdasarkan Perspektif Buddha Dhamma | ||
| 作者 | Karniawan, Arya Whisnu (著) |
|---|---|
| 出處題名 | Jurnal Pendidikan Buddha dan Isu Sosial Kontemporer |
| 卷期 | v.4 n.1 |
| 出版日期 | 2022.06 |
| 頁次 | 1 - 8 |
| 出版者 | STAB Bodhi Dharma |
| 出版者網址 | https://bodhidharma.ac.id/ |
| 出版地 | Medan, Indonesia [棉蘭, 印尼] |
| 資料類型 | 期刊論文=Journal Article |
| 使用語言 | 印尼文=Indonesian |
| 關鍵詞 | Tradition=Tradisi; Worshiping=Pemujaan; Gods=Dewa-Dewi |
| 摘要 | The development of Buddhist knowledge in Indonesia raises the pros and cons in deal with various problems, one of which is the worship of the Chinese temple gods in the Buddhist monastery. There are some people who think that the tradition of worshiping the Chinese temple gods isn't in line with Buddhism. This problem indeed causes unrest and confusion among Buddhist people. The purpose of this study is to find out whether the practice of worshiping non-Buddhist religious deities is allowed/not allowed in Buddhism and to find out whether the practice of tradition can cause a decline in Buddhism? The research method used is descriptive qualitative literature. Data collection by quoting from the Tipitaka/Tripitaka and other sources. The validity of the data using Mahapadessa parallelism, data analysis techniques using Verthesen and interpretation. The result of the research is that Buddhism itself is not antipathetic to existing non-Buddhist traditions. Buddhism, in its development, did not seek to undermine the implementation of existing traditions, customs, and cultures. In terms of worshiping traditions, the Buddha himself never showed any antipathy towards the existing non-Buddhist ancient shrines. He himself taught the worship of traditional altars, and henever said that practicing tradition worship was wrong. While the cause of the Dhamma and Vinaya disappearing is not due to the practice of non-Buddhist traditions and altar worship, but due to disrespect for the Buddha, the Dhamma, the Sangha itself in all its aspects, namely studying, practicing, and realizing the Dhamma that has been learned. When the Dhamma is not properly studied and taught, this leads to the decline and destruction of the Dhamma itself. Berkembangnyailmu pengetahuan agama Buddha di Indonesia memunculkanpro dan kontra dalam menyikapi berbagai masalah, salah satunyapemujaan dewa-dewi Kelenteng di dalam Vihara. Terdapat segelintir orang yang menganggap bahwa tradisi pemujaandewa-dewi bernafaskan Kelenteng tidak sejalan dengan agama Buddha. Hal ini sendiri tentunya menimbulkan keresahan dan kebingungan tersendiri di kalangan umat Buddha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu apakah praktek menjalankan tradisi pemujaan kepada dewa/ dewi keagamaan non-Buddhis diperbolehkan/ tidak diperbolehkan dalam agama Buddha serta mencari tahu apakah pelaksanaan tradisi dapat menyebabkankemerosotan dalam agama Buddha?Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatifdeskriptif kepustakaan.Pengumpulan data dengan mengutip dari Tipitaka/ Tripitaka dan sumber lain. Validitas data menggunakan pararelitas Mahapadessa,Teknik analisis data menggunakan verthesendan interpretasi. Hasil penelitian adalah agama Buddha sendiri tidaklah bersikap antipati terhadap tradisi-tradisi non-Buddhis yang ada. Agama Buddha, dalam perkembangannya tidak berupaya untuk merusak pelaksanaan tradisi-tradisi, adat-istiadat, dan budaya yang ada. Dalam hal tradisi pemujaan, Sang Buddha sendiri tidak pernah menunjukkan sikap antipati terhadap altar-altar pemujaan kuno non-Buddhis yang ada. Beliau sendiri mengajarkan perilaku pemujaan terhadap altar-altar tradisi, dan Beliau tidak pernah mengatakan pelaksanaan tradisi pemujaan adalah salah. Sedangkan penyebab Dhamma dan Vinayalenyap adalah bukan karena pelaksanaan tradisidanpemujaan altar non Buddhis, melainkan karena sikap tidak hormat kepada Buddha, Dhamma, Sanghaitu sendiri dalam segala aspeknya, yaitu mempelajari, mempraktikkan, danmenembus Dhammayang telah dipelajari. Ketika Dhammatidak akan dipelajari dan diajarkan dengan baik, hal ini mengarah kepada kemunduran dan kehancuran Dhamma itu sendir |
| 目次 | PENDAHULUAN 2 Tujuan Penelitian dan Pembatasan Masalah 3 METODE PENELITIAN 3 PEMBAHASAN 4 KESIMPULAN 6 DAFTAR PUSTAKA 7 |
| ISSN | 27981711 (P) |
| DOI | https://doi.org/10.56325/jpbisk.v4i1.70 |
| 點閱次數 | 254 |
| 建檔日期 | 2022.10.18 |
| 更新日期 | 2022.12.06 |
提示訊息
您即將離開本網站,連結到,此資料庫或電子期刊所提供之全文資源,當遇有網域限制或需付費下載情形時,將可能無法呈現。
