Site mapAbout usConsultative CommitteeAsk LibrarianContributionCopyrightCitation GuidelineDonationHome        

CatalogAuthor AuthorityGoogle
Search engineFulltextScripturesLanguage LessonsLinks
 


Extra service
Tools
Export
Peran Bubur Abang Dalam Tradisi Duwe Gawe (Pernikahan Dan Khitanan) Pada Masyarakat Desa Dukuh Ngablak Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati
Author Praptiyono, Kabul (著) ; Mahardika, Ghana Yoga (著) ; Efendy, Viriya (著)
Source Patisambhida: Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama
Volumev.5 n.1
Date2024
Pages31 - 42
PublisherSTABN Raden Wijaya Wonogiri
Publisher Url https://radenwijaya.ac.id/
LocationWonogiri, Indonesia
Content type期刊論文=Journal Article
Language印尼文=Indonesian
KeywordBubur Abang; Duwe Gawe
AbstractTradisi masyarakat Desa Ngablak Dusun Dukuh yang masih yakin dengan warisan dari leluhur hingga saat ini masyarakat terus menjalankan tradisi Duwe Gawe (pernikahan dan khitan). Terdapat fenomena saat masyarakat menyelenggarakan tradisi Duwe Gawe, sebelum masyarakat menjalankan tradisi Duwe Gawe terdapat ritual selametan Bubur Abang karena masyarakat mempunyai harapan supaya pada saat menjalankan tradisi Duwe Gawe diberikan kelancaran.
Penelitian yang dilalukan di masyarakat Desa Ngablak Dusun Dukuh menggunakan metode kualitatif deskripsi dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara (terstruktur dan tidak terstruktur), observasi, dan dokumentasi. Kemudian menggunakan teknik analisis pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data.
Dari tahapan-tahapan yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini, Bubur abang berperan penting untuk masyarakat Desa Ngablak Dusun Dukuh karena masyarakat saat menjalankan Duwe Gawe memiliki harapan supaya diberikan kelancaran, kesehatan, dan kesejahteraan.

The people of Dusun Dukuh Ngablak village still believe in the traditions left by their ancestors and to this day, people continue the Duwe Gawe tradition (marriage and circumcision). There is a phenomenon when the community performs the Duwe Gawe tradition, the community has the Bubur Abang Seletan ceremony before performing the Duwe Gawe tradition because the community wants to go smoothly while performing the Duwe Gawe tradition. Qualitative method using interview data collection techniques (structured and unstructured), observation and recording. Analytical techniques are then used for data collection, data reduction and data presentation. Gawe is always expected to bring smooth running, health and prosperity.
Table of contentsAbstrak 31
Pendahuluan 32
Metode 34
Hasil dan Pembahasan 35
1. Duwe Gawe 35
2. Bubur Abang 35
3. Peran Bubur Abang Dalam Tradisi Duwe Gawe (Pernikahan dan Khitan) 36
Kesimpulan 40
Daftar Pustaka 40
ISSN27459268 (E)
DOIhttps://doi.org/10.53565/patisambhida.v5i1.1157
Hits59
Created date2024.10.17
Modified date2024.10.18



Best viewed with Chrome, Firefox, Safari(Mac) but not supported IE

Notice

You are leaving our website for The full text resources provided by the above database or electronic journals may not be displayed due to the domain restrictions or fee-charging download problems.

Record correction

Please delete and correct directly in the form below, and click "Apply" at the bottom.
(When receiving your information, we will check and correct the mistake as soon as possible.)

Serial No.
704635

Search History (Only show 10 bibliography limited)
Search Criteria Field Codes
Search CriteriaBrowse